Solar Sel, Cara Mudah Mendapatkan Energi Terbarukan Dari Sinar Matahari

Solar Sel

Isu keramahan lingkungan dan mulai semakin menipisnya bahan bakar fosil di seluruh dinia menyebabkan banyak orang yang kini beralih menggunakan pembangkit listrik dari bahan solar sel. Selain ramah lingkungan, pembangkit listrik yang juga kerap disebut sebagai panel surya ini juga sangat handal karena mendapatkan energi dari panas dan cahaya yang tentu akan membuat panel surya kaya akan sumber energi.

Untuk mendapatkan listrik terbarukan dari solar sel, kita tentu harus menyusun panel surya terlebih dahulu dengan baik. Sebagaimana diketahui, panel surya sendiri sebenarnya adalah gabungan dari beberapa sel surya yang akan bahu membahu menyerap cahaya matahari yang sangat terik di iklim tropis ini agar segera menjadi energi, khususnya listrik bisa segera didapatkan. Di dalam panel surya sendiri ternyata diketahui ada peralatan pernama efek photovoltaic yang akan menyerap sinar matahari dan kemudian diubah kembali menjadi eneri listrik. Satu hal yang pasti, semakin besar panel surya yang kita pasang, maka semakin besar pula arus listrik yang bisa kita dapatkan. Sebagai informasi, untuk mendapatkan tegangan C 12 Volt, maka kita akan membutuhkan setidaknya 28 hingga 36 tahun.

Komponen berikutnya selain panel solar sel adalah dengan pengontrol arus pengisian aki atau yang disebut sebagai charge controller. Arus listrik yang dihasilkan panel surya akan disimpan pada aki atau beterai. Disinilah berbagai arus listrik tersimpan dan bisa dijadikan sumber energi terbarukan yang bisa kita pakai saat malam menjelang atau saat hari sangat gelap.

Selain komponen berikut, baterai atau aki penyimpanan adalah hal yang mutlak harus tersedia sebagai penyimpan energi yang didapatkan dari panel surya. Semakin besar aki atau baterai, semakin banyak arus listrik yang tersimpan dan kemudian bisa segera diconvert dari arus DC ke arus AC untuk menyesuaikan diri dengan arus listrik utama di dalam rumah.

Loading...