Pengoperasian Pompa Submersible Harus Memperhatikan Hal-Hal Berikut

Submersible Pump

Pompa submersible kini telah menjadi pompa yang banyak dipakai oleh masyarakat umum, baik itu untuk keperluan rumah tangga atau bahkan untuk keperluan pribadi. Pompa yang juga kerap disebut sebagai pompa benam atau pompa celup ini kini memiliki begitu banyak varian yang bisa dimaksimalkan untuk berbagai keperluan. Meskipun teknologi yang dipakai oleh pompa ini cenderung sudah sangat maju, kita tentu tetap tidak bisa begitu saja sembarangan dalam memakainya. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan saat mengoperasikan pompa ini seperti sebagai berikut.

Kita bisa memakai contoh dimana kita memakai jenis pompa submersible yang memang diperuntukkan untuk menghisap air. Tentu saja pompa ini akan sangat tidak direkomendasikan untuk menghisap jenis fluida lainnya yang cenderung lebih berat layaknya lumpur. Banyak orang yang berkata jika pompa ini tidak menghisap fluida yang sesuai, layaknya saat air sudah mulai berkurang dan tersisa lumpur atau bahkan tanah liat, dikhawatirkan pompa ini bisa berhenti bekerja. Saat memasang pompa benam ini, kita harus mematuhi tata-cara pemasangan yang benar dan sesuai standar. Selain itu, pastikan bahwa arah rotasi dari pompa ini dalam kondisi yang benar karena jika terbalik, motor di dalam pompa justru akan kelebihan beban dan dikhawatirkan akan membuat kapasitas pompa benam berkurang.

Dikarenakan pompa submersible dikenal luas sebagai pompa benam atau pompa celup, kita tentu membayangkan pompa ini berada di dalam fluida, khususnya air. Karena posisinya yang ada di dalam fluida, tentu pompa ini akan diposisikan dalam kondisi menggantung, atau diletakkan di dasar area fluida, namun diberi ganjalan. Hindari penempatan pompa benam ini pada tanah atau dasaran yang lunak karena dikhawatirkan bisa membuat pompa ini terbenam dan rusak. Jika perlu, gunakanlah ganjal atau jika mampu, gantungkan saja pompa ini sedikit di atas dasaran.

Loading...