Mengenal Solar Sel Sebagai Sumber Energi Yang Menjanjikan

Solar Sel

Pernah mendengar solar sel? Kita mungkin lebih mengenalnya sebagi sel surya atau panel surya saat berukuran besar, dimana fungsi utamanya adalah mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik. Bagi banyak pakar, panel surya ini adalah sebuah solusi yang paling baik untuk mengatasi krisis energi yang diperkirakan akan terjadi pada saat minyak bumi akan habis nantinya. Dengan memakai panel surya, kita akan mendapatkan energi dengan cara yang bersih tanpa adanya polusi yang bisa merusak alam.

Solar sel sendiri memiliki kemampuan mengubah sinar matahari menjdi energi listrik dengan cara proses fotovoltaic. Sayangnya, kemampuan panel surya untuk menghasilkan energi listrik masih cenderung kecil. Sebagai contoh, sebuah sel surya berukuran mini hanya mampu menghasilkan 0,6 volt tanpa adanya beban atau 0,45 volt saja jika kita memberikan beban atau open circuit. Andai kita ingin mendapatkan hasil tegangan listrik yang besar, yakni sekitar 16 volt yang bisa dipakai untuk charghing aki, kita bisa memakai 36 keping sel surya yang sudah disusun seri. Sementara itu, sel surya yang digabung menjadi panel surya berukuran besar dan berjumlah 10 hingga 20 buah diyakini mampu menghasilkan tegangan yang akan cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tegangan yang dihasilkan oleh  panel surya ini uniknya adalah tegangan DC sehingga harus mendapatkan penyesuaian untuk bisa digunakan oleh beberapa peralatan listrik.

Secara garis besar, kita bisa membagi solar sel meniadi tiga buah jenis; yakni monocrystalline, polycrystalline, dan yang berupa thin film solar cell (TFSC). TFSC sendiri bisa dibagi menjadi beberapa jenis yakni amorphous silicon, cadmium telluride, dan copper indium gallium selenide. Pembagian jenis solar cell thin ini berdasarkan atas material pembentuknya.

Loading...