Bagaimana Pompa Submersible Bisa Dioperasikan di Dalam Air?

Submersible Pump

Pompa submersible telah dikenal luas di dunia industri dan dunia rumah tangga sebagai salah satu pompa yang akan sangat baik untuk digunakan. Pompa ini dikenal memiliki kehandalan luar biasa yang bisa memastikan perpindahan fluida bisa sesuai dengan kebutuhan. Yang menarik dari pompa ini adalah masyarakat memiliki beberapa jenis nama yang bisa dipanggil, yakni pompa celup, pompa benam, hingga pompa satelit. Selain itu, pompa ini cenderung beroperasi di dalam fluida yang akan dipindahkan. Sebagai contoh, jika pompa ini dipakai untuk penyedotan air, maka pompa pun berada di dalam air.

Sebuah pertanyaan pun muncul mengenai pompa submersible. Bagaimana tidak, hampir semua pompa kini dioperasikan dengan peralatan elektronik yang biasanya akan kurang cocok jika dioperasikan di dalam air. Namun, pompa benam ternyata sudah memiliki desain khusus yang berbeda jika dibandingkan dengan pompa-pompa lain. Motor listrik yang ada pada pompa ini cenderung telah didesain secara khusus agar mampu beroperasi di dalam fluida. Hal ini beraerti, pompa akan dengan mudah menghisap fluida tersebut dan kemudian didorong hingga ke tempat yang dituju.

Dikarenakan desain motor listrik dari pompa submersible ini unik, maka pompa ini justru akan tidak bisa beroperasi jika tidak benar-benar diposisikan di dalam fluida. Sebagai contoh, jika kita memakai pompa ini pada sumur dan permukaan air pada sumur ini menurun sehingga posisi pompa tidak lagi di dalam air, maka pompa pun tidak akan mampu lagi beroperasi. Selain kehilangan fungsinya, pompa juga akan kehilangan pendingin pompa yang memang berasal dari fluida tersebut.

Sebagai informasi, pompa benam tidak hanya digunakan untuk kebutuhan penyedotan air saja, beberapa fluida yang cenderung pekat layaknya lumpur hingga minyak juga mampu dipindahkan oleh pompa ini. Kapasitas fludia yang bisa disedot oleh pompa ini juga sangat bervariatif sesuai dengan kebutuhan penggunaanya.

Loading...