Apa yang Terjadi Jika Pompa Mengalami Kavitasi?

drf20

Pompa-pompa yang disediakan oleh vansan Indonesia jelas memiliki kualitas luar biasa dan bisa dipakai untuk berbagai macam kebutuhan. Hanya saja, jika kita memakai pompa dari vansan Indonesia, kita tentu harus memperhatikan banyak faktor layaknya sistem perpipaan atau bahkan adanya kemungkinan masalah dalam kinerja pompa layaknya dalam bidang kelistrikan atau bahkan terjadinya kavitasi. Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan kavitasi yang membuat banyak orang khawatir akan kinerja pompa?

Jika tidak dipersiapkan dalam sistem yang baik, pompa dari vansan Indonesia bisa saja mengalami kavitasi, sebuah kondisi dimana terjadi perubahan fase uap dari fluida yang mengalir pada pipa yang disebabkan karena tekanannya menurun drastic dan berada di bawah tekanan uap jenuh. Biasanya, kavitasi ini bisa dilihat dari munculnya gelembung-gelembung yang kerap pecah. Meskipun terkesan sepele, kavitasi ini bisa membuat pompa-pompa mengalami kerusakan sehingga sangat ditakuti oleh banyak orang. Biasanya, kavitasi akan memunculkan suara pompa yang cenderung lebih berisik dengan getaran yang jauh lebih terasa karena gelembung-gelembung ini tiba-tiba bermunculan dan pecah. Jika pompa tetap dipaksakan untuk beroperasi, maka dikhawatirkan akan terjadi kerusakan layaknya munculnya lubang pada beberapa komponen pompa yang dilewati oleh fluida.

Pecahnya gelembung-gelembung pada fluida ini sendiri kerap kali disebut sebagai imploding, sebuah kondisi yang benar-benar kebalikan dari exploding. Semua sisi gelembung pecah dan bisa saja menghantam komponen dari logam pad pompa layaknya impeller atau juga volute. Hantaman dari pecahnya gelombang ini bahkan memiliki tingkat kerusakan layaknya hantaman ball peen hammer.

Biasanya, semakin tinggi kapasitas pompa, maka kemungkinan untuk terjadi kavitasi juga semakin tinggi. Karena alasan inilah sistem pompa harus dirancang sedemikian rupa agar tidak terjadi masalah kavitasi yang sangat merusak ini.

Loading...